2 mins read

Kurangi Hujan, BNPB Gelar OMC Dukung Pencarian Korban Longsor Cisarua

Kurangi hujan, BNPB gelar OMC dukung pencarian korban longsor Cisarua

Bogor (delapantoto) — Langit menjadi medan kerja. Demi memberi ruang aman bagi tim penyelamat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi intensitas hujan di kawasan Cisarua, tempat longsor merenggut ketenangan dan masih menyisakan pencarian korban.

Keputusan ini diambil dengan satu tujuan utama: menyelamatkan nyawa—baik korban yang masih dicari maupun petugas yang bekerja di lereng labil, di bawah ancaman hujan susulan.


Langit Ditata, Tanah Dijaga

OMC dilakukan dengan menyemai bahan tertentu pada awan potensial hujan, agar presipitasi terjadi lebih awal dan terdistribusi di wilayah aman. Dengan demikian, curah hujan di zona pencarian dapat ditekan pada jam-jam krusial. Strategi ini memberi jeda berharga bagi tim SAR untuk memperluas area, menstabilkan lereng, dan mengoperasikan alat berat tanpa risiko tambahan.

Dalam kebencanaan, waktu adalah segalanya. Setiap jam tanpa hujan berarti kesempatan—dan OMC menjadi alat untuk “menciptakan waktu” itu.


Keamanan Publik di Garis Depan

Longsor adalah bahaya berlapis. Tanah jenuh air mudah runtuh kembali, mengancam petugas dan warga sekitar. Dengan OMC, BNPB berupaya menekan risiko longsor susulan, menjaga jalur evakuasi tetap terbuka, dan memastikan operasi pencarian berlangsung aman dan terukur.

Koordinasi lintas lembaga—BNPB, BMKG, TNI–Polri, BPBD daerah, dan relawan—menjadi kunci agar intervensi cuaca selaras dengan kondisi lapangan.


Di Balik Teknologi, Ada Harapan

Bagi keluarga korban, setiap langkah adalah harapan. Di posko, doa dipanjatkan seiring suara mesin dan kabar dari lapangan. “Yang penting pencarian lancar,” ujar seorang kerabat. Kalimat itu sederhana, namun sarat makna: keselamatan dan kepastian.

OMC bukan pengganti kerja tangan manusia. Ia adalah penopang—membantu para penolong bekerja lebih aman, lebih lama, dan lebih fokus.


Hukum, Etika, dan Akuntabilitas

Pelaksanaan OMC berada dalam koridor prosedur kebencanaan dan kajian teknis. Transparansi jadwal, wilayah sasaran, serta evaluasi dampak menjadi bagian dari akuntabilitas publik. Prinsip kehati-hatian dijaga agar intervensi cuaca tidak menimbulkan dampak samping di wilayah lain.


Belajar dari Cisarua

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya mitigasi berbasis risiko: tata ruang yang peka lereng, peringatan dini, dan edukasi warga di daerah rawan. OMC membantu saat darurat, tetapi ketahanan jangka panjang dibangun dari pencegahan yang konsisten.


Menjaga Langit Agar Bumi Aman

Di Cisarua, upaya penyelamatan berlangsung dari dua arah—dari darat dan dari langit. BNPB menata hujan agar tanah memberi waktu, dan waktu memberi peluang bagi kehidupan.

Di tengah duka dan kerja keras, satu pesan menguat: ketika alam menguji, kemanusiaan merespons dengan ilmu, kolaborasi, dan empati.