AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran, Larang Bepergian Akibat Risiko Keamanan

Teheran/Washington — Pemerintah Amerika Serikat meminta seluruh warga negaranya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut dan melarang perjalanan ke Iran untuk alasan apa pun karena meningkatnya risiko keamanan. Peringatan ini dikeluarkan menjelang kemungkinan eskalasi lebih lanjut dalam ketegangan antara AS dan Iran.
Pemberitahuan resmi tersebut tercantum dalam pedoman terbaru dari Departemen Luar Negeri AS, yang juga mempertegas bahwa kondisi keamanan di Iran sangat tidak stabil dan berpotensi membahayakan warga AS.
Peringatan Resmi dan Larangan Perjalanan
Dalam travel advisory yang diperbarui, pemerintah AS menyatakan “Do Not Travel” atau jangan bepergian ke Iran untuk alasan apa pun. Termasuk juga imbauan bagi warga AS yang sudah berada di wilayah itu agar meninggalkannya segera jika memungkinkan dengan aman.
Peringatan tersebut mencantumkan sejumlah potensi risiko terhadap warga AS, termasuk ancaman terhadap keselamatan akibat kerusuhan, aksi kekerasan, dan kemungkinan penahanan atau penangkapan sewenang-wenang oleh pihak berwenang setempat.
Tidak Ada Perwakilan Diplomatik AS di Iran
Situasi diperumit oleh fakta bahwa Amerika Serikat tidak memiliki kedutaan atau perwakilan konsuler di Iran. Akibatnya, warga AS yang sedang berada di Iran tidak memiliki akses langsung ke bantuan konsuler AS dalam keadaan darurat. Sebagai gantinya, bantuan konsuler darurat ditangani melalui Foreign Interests Section dari Kedutaan Swiss di Teheran yang mewakili kepentingan AS di Iran.
Dokumen peringatan juga mencatat berbagai risiko yang dapat terjadi terhadap warga AS, termasuk kemungkinan penahanan tanpa pemberitahuan, pemaksaan tindakan hukum setempat, dan ketidakpastian status hukum penduduk asing, kondisi yang dapat memperburuk keselamatan pribadi.
Konteks Ketegangan Regional
Imbauan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran selama beberapa minggu terakhir. Negara-negara lain, termasuk Italia, Kanada, Serbia dan beberapa negara Eropa lainnya, juga telah mendesak warganya untuk meninggalkan Iran atau menghindari perjalanan ke negara tersebut karena keamanan regional yang memburuk.
AS sendiri memperkuat kehadiran militer di kawasan Timur Tengah, termasuk penempatan kelompok kapal induk, sebagai bagian dari kesiapan menghadapi potensi konflik dengan Iran meskipun negosiasi diplomatik masih berlangsung.
Imbauan Bagi Warga AS
Departemen Luar Negeri AS meminta warga negaranya yang berada di Iran untuk:
-
Meninggalkan negara tersebut sesegera mungkin, jika kondisi mereka tidak mendesak.
-
Menghindari perjalanan ke Iran sama sekali, karena situasi keamanan dinilai sangat tidak stabil.
-
Memiliki rencana darurat pribadi karena kemungkinan layanan konsuler AS sangat terbatas.
Pesan ini juga menjadi pengingat bahwa warga yang merencanakan perjalanan harus selalu mengikuti travel advisory resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah AS melalui situs resmi departemen terkait.