2 mins read

Farhan: Bobotoh Harus Jadi Tuan Rumah yang Baik di Laga Lawan Persija

Bobotoh: Cinta yang Kekal - UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bandung (initogel login) — Menjelang laga panas yang selalu menyedot perhatian publik, pesan itu disampaikan dengan nada tegas namun menenangkan. Farhan mengingatkan bahwa Bobotoh harus menjadi tuan rumah yang baik saat Persib Bandung menjamu Persija Jakarta. Rivalitas boleh membara, tetapi keamanan, sportivitas, dan kemanusiaan tidak boleh ditawar.

Derbi Persib–Persija selalu lebih dari sekadar pertandingan. Ia adalah pertemuan emosi, sejarah, dan kebanggaan kota. Di sinilah peran suporter menjadi krusial—bukan hanya sebagai penyemangat tim, melainkan sebagai penjaga atmosfer yang aman dan bermartabat.


Rivalitas Panas, Tanggung Jawab Besar

Farhan menegaskan bahwa status tuan rumah membawa tanggung jawab moral. Menyambut tamu dengan baik berarti memastikan stadion aman, tertib, dan ramah—baik bagi pemain, ofisial, maupun penonton. “Sepak bola adalah hiburan dan kebanggaan. Jangan dinodai oleh tindakan yang merugikan,” ujarnya.

Pesan ini relevan di tengah perhatian nasional terhadap keselamatan pertandingan. Satu insiden kecil bisa berdampak besar—pada citra klub, kota, bahkan keselamatan publik.


Human Interest: Cinta Klub yang Dewasa

Bagi Bobotoh, Persib adalah identitas. Dari spanduk yang dijahit semalaman hingga nyanyian yang tak putus, dukungan mengalir tulus. Farhan mengajak agar cinta itu diwujudkan dengan kedewasaan: mendukung penuh tanpa provokasi, merayakan gol tanpa mengancam, dan menerima hasil dengan kepala tegak.

“Menang itu bonus, tertib itu kewajiban,” kata seorang Bobotoh senior. Kalimat sederhana ini merangkum arah dukungan yang diharapkan—fanatisme yang beradab.


Keamanan Publik dan Etika Stadion

Pemerintah kota bersama aparat dan panitia pelaksana memastikan prosedur keamanan berjalan—pengaturan arus penonton, pemeriksaan masuk stadion, hingga koordinasi darurat. Namun Farhan menekankan, keamanan tidak akan optimal tanpa partisipasi suporter.

Etika stadion—tidak membawa barang terlarang, tidak melakukan ujaran kebencian, tidak terpancing provokasi—menjadi kunci agar pertandingan berjalan lancar. “Kita ingin pulang dengan cerita baik, bukan penyesalan,” tegasnya.


Sepak Bola sebagai Ruang Persaudaraan

Di balik rivalitas, ada nilai yang lebih besar: persaudaraan sesama pecinta sepak bola. Farhan mengingatkan bahwa tamu datang sebagai lawan di lapangan, bukan musuh dalam kehidupan. Menghormati Persija dan suporternya adalah cermin kepercayaan diri Bandung sebagai tuan rumah.

Rivalitas yang sehat justru memperkaya sepak bola Indonesia—menjadikannya panggung prestasi, bukan konflik.


Menang dengan Cara yang Benar

Menutup pesannya, Farhan mengajak Bobotoh menjadikan laga ini teladan nasional. “Tunjukkan bahwa Bandung bisa menyelenggarakan pertandingan besar dengan aman dan berkelas,” ujarnya.

Saat peluit dibunyikan, sorak-sorai boleh menggelegar. Namun ketika laga usai, yang tersisa seharusnya rasa bangga—bukan karena skor semata, melainkan karena Bobotoh telah menjadi tuan rumah yang baik.