2 mins read

Kabapanas/Mentan Bidik CPB di Gudang Bulog pada 2026 Capai 4 Juta Ton

JAKARTA (initogel) — Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan) menegaskan target pemerintah untuk meningkatkan Cadangan Pangan Beras (CPB) di gudang Bulog hingga 4 juta ton pada 2026. Target ambisius ini disiapkan sebagai fondasi kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan stabilitas harga beras di tengah dinamika global.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari strategi jangka menengah pemerintah dalam memperkuat sistem pangan nasional, mulai dari produksi, serapan gabah petani, hingga pengelolaan stok di gudang Bulog.

“Cadangan beras pemerintah harus kuat. Target kami, pada 2026 CPB di Bulog bisa mencapai 4 juta ton,” ujar Mentan.

Penguatan Stok untuk Antisipasi Krisis

Target CPB 4 juta ton dinilai krusial untuk menghadapi berbagai risiko, seperti perubahan iklim, gangguan distribusi, hingga gejolak harga pangan global. Dengan cadangan yang memadai, pemerintah memiliki ruang intervensi yang lebih besar untuk menstabilkan harga dan memastikan pasokan tetap aman.

Menurut Mentan, cadangan beras yang kuat bukan hanya soal angka, tetapi juga soal kesiapan negara melindungi masyarakat dari dampak krisis pangan.

“Dengan stok yang cukup, negara hadir saat masyarakat membutuhkan,” katanya.

Peran Strategis Bulog

Dalam upaya mencapai target tersebut, Perum Bulog memegang peran sentral. Bulog ditugaskan menyerap gabah dan beras dari petani dalam negeri, sekaligus mengelola penyimpanan di gudang secara optimal.

Pemerintah memastikan dukungan penuh terhadap Bulog, baik dari sisi kebijakan, pendanaan, maupun infrastruktur pergudangan. Optimalisasi gudang dan peningkatan kualitas penyimpanan menjadi bagian penting agar stok beras tetap terjaga mutunya.

“Bulog adalah ujung tombak pengelolaan cadangan pangan nasional,” tegas Mentan.

Serapan Petani Jadi Kunci

Mentan menekankan bahwa peningkatan CPB harus sejalan dengan peningkatan serapan gabah petani. Dengan demikian, target stok tidak hanya menguatkan cadangan nasional, tetapi juga memberikan kepastian harga dan kesejahteraan bagi petani.

Pemerintah mendorong agar hasil panen petani dapat diserap maksimal, terutama pada musim panen raya. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi tekanan harga di tingkat petani sekaligus memperkuat stok nasional.

“Petani harus diuntungkan. Stok kuat, petani sejahtera,” ujarnya.

Respons Pengamat dan Daerah

Pengamat pangan menilai target CPB 4 juta ton sebagai langkah strategis, namun membutuhkan konsistensi kebijakan dan koordinasi lintas sektor. Selain produksi, aspek distribusi dan penyimpanan dinilai sama pentingnya.

Pemerintah daerah juga diharapkan berperan aktif dalam mendukung penyerapan gabah dan menjaga kelancaran distribusi beras di wilayah masing-masing.

“Ini kerja bersama, tidak bisa hanya satu lembaga,” kata pengamat pangan.

Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Target CPB 4 juta ton pada 2026 menjadi simbol keseriusan pemerintah membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Mentan optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan semua pihak, mulai dari petani, Bulog, hingga pemerintah daerah.

“Kita ingin Indonesia mandiri pangan dan tidak mudah goyah,” tutup Mentan.

Dengan cadangan beras yang kuat di gudang Bulog, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi dihantui kekhawatiran soal pasokan beras. Target ini sekaligus menjadi langkah strategis menuju ketahanan pangan nasional yang lebih kokoh di masa depan.