2 mins read

Khofifah Ajak Lindungi Perempuan dan Perkuat Peran dalam Pembangunan

Khofifah ajak lindungi perempuan dan perkuat peran pembangunan

Surabaya (LIGA335) — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan sekaligus mendorong peran strategis mereka dalam pembangunan. Menurut Khofifah, perempuan tidak hanya perlu dilindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi, tetapi juga harus diberi ruang luas untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Khofifah dalam sebuah kegiatan pemberdayaan perempuan di Surabaya. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar sebagai agen perubahan, baik di tingkat keluarga, komunitas, maupun pemerintahan.

“Perempuan harus merasa aman, terlindungi, dan berdaya. Ketika perempuan diberi kesempatan dan dukungan, dampaknya akan sangat besar bagi kemajuan daerah,” ujarnya.

Perlindungan Perempuan Jadi Prioritas

Khofifah menyoroti masih adanya tantangan serius terkait kekerasan terhadap perempuan, baik di ranah domestik maupun publik. Ia menekankan pentingnya penguatan sistem perlindungan, mulai dari pencegahan, penanganan korban, hingga penegakan hukum.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Khofifah, terus mendorong penguatan layanan terpadu bagi perempuan dan anak, termasuk melalui pendampingan hukum, psikologis, dan sosial. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dinilai menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan.

Perempuan dan Pembangunan Ekonomi

Selain perlindungan, Khofifah juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi. Ia menyebut banyak perempuan yang menjadi penggerak UMKM, pelaku ekonomi kreatif, serta pilar ketahanan ekonomi keluarga.

“Pemberdayaan ekonomi perempuan akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” katanya.

Pemprov Jawa Timur, lanjut Khofifah, terus menghadirkan berbagai program pelatihan, akses permodalan, dan pendampingan usaha bagi perempuan agar mereka dapat naik kelas dan berdaya saing.

Dorong Kesetaraan dan Kolaborasi

Khofifah mengajak seluruh pihak, termasuk dunia usaha dan lembaga pendidikan, untuk bersama-sama mendorong kesetaraan gender dan menciptakan ruang partisipasi yang adil. Menurutnya, pembangunan yang inklusif hanya dapat terwujud jika perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang setara.

Ia juga mengingatkan bahwa perlindungan dan pemberdayaan perempuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.

“Ketika perempuan terlindungi dan berdaya, maka pembangunan akan berjalan lebih kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.